Strategi Estimasi Project Mobile App Development Step by Step



Kalau kalian Mobile App Developer tentunya perlu memikirikan percepatan dalam membangun aplikasi. Sebagian besar Mobile Developer menggunakan Mobile Backend as a Service untuk membangun infrastruktur nya, Hal ini dirasa cukup efektif dalam mempercepat proses.

Baca : 5 Alasan Paling Masuk Akal Untuk Memakai Mobile Backend as a Service (MBaas)


Dalam mendeliver layanan terutamam untu project mobile app ada hal hal yang mungkin bisa kalian ambil sample untuk menjadikan estimasi waktu, hal ini penting karena akan mempengaruhi harga layanan kalian dan kecepatan development.

Buat Secara List Feature Yang Akan Dibuat


Sulit untuk memperkirakan ide, sehingga perlu untuk membuat daftar fitur pengguna. Fitur adalah potongan-potongan fungsional yang membawa nilai kepada pengguna. Menggambarkan fitur adalah sesuatu di luar lingkup estimasi dan harus dilakukan oleh tim pemilik produk. Mobile App Developer menjelaskan dan melengkapi deskripsi dengan rincian teknis.

Baca : 3 Langkah Awal Growth Hacking Setelah Submit App di Play Store

Sebagai contoh, mari kita pertimbangkan fitur seperti login melalui email. Ini terdiri dari
login screen, keyboard behavior, data validation, sending requests to server, handling responses, showing loading, showing error messages, dll

Estimasi Effort Mobile App yang Kalian Develop


Untuk memudahkan pekerjaan kalian buatlah tangga eskalasi dari kebutuhan dan tingkat kerumitan coding. Hal in imemudahkan kalian untuk membagi pekerjaan dengan rekan satu team, selain itu kamu bisa membuat staging proses ke client atau termin waktu untuk mengirimkan progress kepada mereka.

Baca :  5 Kesalahan dari Mobile App Developer yang Harus Dihindari

Hindari progress meloncat, atau kalian mengerjakan fase yang rumit dahulu kemudian fase yang mudah, bila itu kalian lakukan bagi lah fase itu menjadi 2 team, team pertama mengerjakan hal hal yang Easy - Normal, team yang lain fokus pada level Hard
  • Easy : Login, forgot password, FAQ, help screens. Biasanya, static atau dynamic screens, tanpa desain yang kompleks, atau integrasi dengan verification dengan sms atau LDAP.
  • Normal: Home screen, registration, tables, collections, custom controls. Biasanya koneksi server requests, atau custom controls.
  • Hard: Third-party API integration, audio/video recording, streaming, chatting, custom gestures, synchronization, dan offline mode.
  • Extreme. Biasanya fitur jelas dan besar. Lebih baik untuk membagi mereka menjadi lebih kecil.

 

Pilah Fitur Utama dan Fitur Pendukung 


Pastikan anda fokus pada pemilihan fitur utama terlebih dahulu. Bila client menginginkan untuk fitur pendukung dimulai, minta lah pengertian kepada mereka. Fokus kan fiutr utama di selesaikan terlebih dahulu kemudian kalian kunci dengan termin pembayaran selanjutnya. 

Baca : Trust Me! Strategi Ini Akan Membuat App mu 5X lebih Cepat Go to Market


Sebisa mungkin fitur utama selesai dalam waktu yang lebih cepat dari apa yang di minta pelanggan. Kemudian kalian bisa sedikit bernafas lega di fitur tambahan berikutnya, di sini kalian bisa membuat upsale dari layanan, artinya, tambahkan fitur dimana kalian bisa menambahkan utah untuk development.