Trust Me! Strategi Ini Akan Membuat App mu 5X lebih Cepat Go to Market



Bagi seorang mobile app developer atau startup di bidang apapun, merilis app ke publik adalah goal yang ahrus di tuju. Karena App adalah jalan untuk terjadinya trasaksi bagi seorang startup. Terbiasa dengan kendala teknis dalam membangun mobile app adalah hal yang wajar di alami oleh startup atau indie developer.

Baca :  3 Strategi Cerdas Startup Untuk Membangun Aplikasi Lebih Cepat

Untuk membangun mobile app meme rlukan effort yang cukup besar, baik SDM maupun dana berupa uang. belum lagi masalah marketing ketika app rilis. Yaaaps coba uraikan sedikti strategi agar kalian lebih cepet merilis app yang kalian bangun. Uraian ini mungkin hanya sebgaian kecil dari banyak proses semoga tips dibawah ini bermanfaat (Disclamer : Konten in iakan percuma kalau kalain gak action)

Give Away Dan Scrape Database User.


Guys...coba awali dengan sedekah...berikan sebuah hadiah khusus bagi calon user kalian, dengan imbal balik database mereka, Kalian menjanjikan sesuatu (hadiah) bagi mereka yang mau pre-order atau mengisi uraian survey kalian. Sekalian database mereka nanti kamu jadian list pengguna pertama dari app yang kalian bangun saat rilis.

Baca : 3 Langkah Agar Penawaran Mobile App Anda di Terima Client

Untuk itu kalian bisa buat demo app yang kalian buat, dan bisa di tunjukan kepada mereka. Setidaknya dummy demo dulu, fungsi internal nya udah jalan dan mereka bisa melihat app kalian itu fungsinya apa, bentuk nya seperti apa, dan manfaatnya apa, simple nya kalian bisa dapet feedback dahulu. 

Manfaatkan Elastic Mobile Backend as a Service. 


Kalian gak perlu membangun semua infrastruktur mobile app mulai dari 0, kelamaaan, dan pasti kalian akan capek ketika scaleup. Terlambat dalam pelayanan customers, sibuk dengan hal hal teknis, dan telat untuk pivot. Gunakan Mobile Backend as a Service agar kalian bisa cepet membangun mobile app.

Baca : 5 Alasan Paling Masuk Akal Untuk Memakai Mobile Backend as a Service (MBaas)


Hemat waktu dan tenaga kalian untuk fokus pada solusi app yang kalian buat. Disambung dengan tips no 1 tadi, sekalian dapatkan feedback, survey, termasuk database user pertama kalian. Itu lebih cerdas guys. 

Pakai Coding yang ada di Pasaran.


Gak usah minder kalau kalian pake open-source...Biasa ajah dan wajar kok. Groupon ajah waktu awal awal pake Wordpress kok. Cari platfrom yang open-soruce dan kalian bisa pakai untuk 2-3 tahun, paling tidak setelah kalian selesai di fase Seed. Nanti kalau duit kalian udah gedhe baru buat platfrom sendiri.

Baca : 5 Kesalahan dari Mobile App Developer yang Harus Dihindari

Cari Opensource yang contributor nya banyak, agar kalian gak capet dalam hal support.  Di Envato ada banyak script premium yang kalian bisa beli dan olah kembali source code nya. Jadi jangan gengsi dulu yah. Uji dulu ide kalian dengan barang seadanya kalau memang traction nya bagus, upgrade pelan-pelan.

Beli Template yang Terbukti Punya Rating Tinggi.


Kalau Startup kalian mengandalkan web base, atau mobile app, masalah penting adalah UI/UX. Jangan remehkan hal itu lo. Bisa jadi 1000 traffik tapi conversi nya bisa cuma 10 gara gara web atau mobile app kalian tampilannya jelek.

Baca : 5 Hal Penting untuk Menjadi Mobile App Developer Profesional

Keluarkan sedikit duit kalau untuk mengeksekusi ide. Pilihlah themes yang punya rating tinggi di marketplace, kalian bisa beli di themeforest, cupamobile, dan lain lain. Karena yang punya rating tinggi biasanya UI/UX nya standart dan udah bagus.

Ajak Anak Magang Untuk Membantu Pekerjaan Ringan.


Kalau kalian belum bisa bayar gaji pegawai tetap cari anak magang yang bisa kalian ajak, dan digaji murah. Kalian bisa tes sekalian skill nya, kalau memang ok kalian bisa ambil dia sebagai pegawai tetap suatu saat nanti.

Baca : 3 Langkah Awal Growth Hacking Setelah Submit App di Play Store  (penting!)

Ajak mereka untuk melakukan hal hal ringan tapi rutin, misal ngeposting iklan di socmed, buat undangan ke group group, sebar promo app ke banyak jejaring baik online atau offline. Kalian fokus ajah kerjain hal hal teknis. 

Pilih Fitur Penting Singkirkan Yang Tidak Perlu.


Gak perlu overkill semua fitur di rilis, semua di tampilin, Ingat yah..belum tentu ada yang mau pake. tes dulu satu satu. Rilis yang utama dulu. Kebanyakan fitur malah gak kelar kelar tuh mobile app, udah gak kelar gak ada yang pakai lagi....

Baca : 5 Kesalahan dari Mobile App Developer yang Harus Dihindari

Ini kebiasaan kaku para startup, kebanyakan fitur tapi eksekusi ke market 0 (nol). Lempar dulu ke market satu satu, mau gak mereka pakai, Ingat! Gojek ajah satu satu buat fitur, awalnya cuma bisa pesen ojek doank...lanjut ke Go-Send, Go-Food dan lain lain. 

 

Cari Endorser yang Kompeten.


Gak perlu artis, cari orang yang punya pengaruh kuat. Dia adalah icon salah satu "hal". Misal kalau kalian punya game mobile utnuk anak anak, cari Bu Lurah, buat promo kan ke arisan arisan RT di komplek, atau pas acara kumpul warga. (Disclamer : Hanya contoh)

Baca 5 Kondisi Ini Yang Membuat Codingmu Makin Professional

Qlue di endorser sama Ahok, Xigent Panik Button di endorser Ridwan Kamil, cari se-kreatif kalian yah. Kalau duit kalian gedhe mau ajak Isyana gak papa, kalau gak ada duit pake cara cara jitu ajah yah.