Ditemukan, Mesin Untuk Mengedit dan Menghapus Kenangan Manusia. Cocok Untuk Melupakan Mantan



Bisa jadi suatu saat nanti otak manusia layaknya SSD Memory, yang bisa di tulis ulang dan di ambil kembali data yang telah tersimpan. Pengujian ini dilakukan oleh Department of Defense, DARPA, dan tidak tanggung tanggun, investasi yang telah dikeluarkan telah mencapai USD 80 juta (sekitar Rp1,7 triliun), untuk mengembangkan ingatan prostetik nirkabel.

Sebenarnya alat ini digunakan untuk membantu orang orang yang sedang mengalami kehilangan ingatan. Bisa karena sebuah kecelakaan atau kondisi kesehatan. Penderita kehilangan memori juga di alami oleh beberapa kalangan personel militer yang mungkin sendang mengalami kondisi perang. 

Perangkat ini rencananya akan di produksi masal dan bisa bermanfaat untuk berbagai kepentingan di masa depan. 

Berkembangnya teknologi  akhir nya memunculkan beberapa masalah baru tentang adanya alat ini. Dan muncul pertanyaan pertanyaan kritis mengenai teknologi ini. Bagaimana alat ini akan bekerja, apakah akan  mengganggu fungsi ingatan manusia pada umumnya setelah menggunakan alat ini. 

Kemudian sipakah yang bisa menggunakan peralatan ini? Apakah diluar pengguna medis juga bisa menggunakan peralatan canggih ini? Selain itu apakha memungkinkan bagi kita untuk mengedit kembali ingatan yang sudah ada pada orang normal. 

Kondisi ini dijawab oleh Steve Ramirez, seorang ilmuwan syaraf di Harvard, beliau berhasil menanamkan false memory pada otak tikus. dan satu lagi, Bryan Johnson, seorang ahli teknologi pemilik Kernel. 

Kalau dilihat sekilas teknologi ini sedikit mengundang misteri karena kita bisa mengubah keadaan dan merekayasa sebuah kejadian. 



Menurut Ramirez alat yang ia ciptakan ini terinspirasi dari kondisi pribadi, di tahun pertamanya di program PhD sains syaraf di MIT setelah putus dengan mantanya. Dia banyak memakan es cream memutar lagu lagu yang menurut dia, bisa menenangkan diri nya. 

Namun diluar bayang bayang kenangan tersebut. Bagi Ramirez dan salah satu mendiang rekan penelitinya, Xu Liu, ini adalah kesempatan untuk menjadi langkah langkah pertama dan melakukan penelitian. Menurut Ramirez ide ini telah di rencanakan untuk waktu yang lama.

Ide ingatan implan ini di uji oleh Ramirez dan Liu pada otak tikus. mereka menggunakn laser untuk memulai percobaan dengan tikus, menggunakan sebuah virus yang di rekayasa secara genetik untuk mengelebui fungsi sel otak, yang di simulasikan sebagai sebuah pembentukan ingatan agar sedikit menjadi sensitif terhadap sebuah cahaya dan momen tertentu. Kemudian sel cahaya ini diberikan sebuah setrum kecil ke kaki si tikus. Untuk membuat satu ingatan tertentu, kemudian setelah setruman kecil ini mengejutkan si tikus, kemudian mereka mencoba menembakkan laser kepada unduk-unduknya, ke area otak. cahaya laser tersebut akan mengaktivasi hanya sel-sel yang sensitif terhadap cahaya, yang diasosiasikan dengan ingatan kaki-disetrum dan memicu ingatan-ulang.

Ternyata berhasil. Ketika Ramirez menembakkan laser pada unduk-unduk tikus, hewan tersebut menunjukkan perilaku ketakutan klasik, yang seakan-akan mengalami kembali ingatan kaki-disetrum di awal.

Sepertinya alat ini selain membantu mengembalikan ingatan bagi penderita lupa ingatan, akan sangat cocok bila digunakan untuk para jomblo yang mungkin perlu meninggalkan kenangan masa lalu. 

Namun akan menjadi bahaya apabila di lakukan oleh oknum yang kurang bertanggung jawab, bisa jadi digunakan untuk menghilangkan ingatan para saksi dari sebuah kejadian kriminal.